Masyarakat Lebih Banyak yang Sakit daripada Sehat

Masyarakat lebih banyak yang sakit daripada sehat – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek mengungkapkan, sebanyak 33 persen pengeluaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK) untuk membiayai rawat inap orang yang sakit di rumah sakit. Menurut Nila, data ini mengungkapkan masih tingginya beban biaya untuk mengobati orang yang sakit.

“Artinya masyarakat kita lebih banyak yang sakit daripada yang sehat,” ujar Nila dalam Seminar Kupas Tuntas 2 Tahun Pelaksanaan JKN di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Masyarakat Lebih Banyak yang Sakit daripada Sehat

Sementara itu, sebanyak 30 persen beban biaya dikeluarkan untuk rawat jalan. Sebagian besar didominasi oleh penyakit katastropik, yaitu penyakit berbiaya tinggi. Penyakit katastropik antara lain penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan ginjal.

“jantung itu nomor satu, tinggi sekali, ada juga gagal ginjal, angkanya kurang lebih 1,9 juta jiwa yang melakukan cuci darah menyerap biaya 2 triliun rupiah,” ungkap Nila.

Nila mengatakan, beban biaya ini karena penyakit tidak menular mengalami peningkatan. Data Double Burden of Diseases dan WHO NCD Country Profile 2014 menunjukkan, pada tahun 1990 lebih banyak kasus penyakit menular, yaitu 56 persen. Sedangkan penyakit tidak menular 36 persen.

"masyarakat lebih banyak yang sakit daripada sehat"

Namun, mulai tahun 2000, penyakit tidak menular lebih tinggi, yakni mencapai 49 persen dan penyakit menular 43 persen. Tahun 2015, penyakit tidak menular terus mengalami peningkatan hingga 57 persen dan penyakit menular 30 persen.

Nila mengatakan, tinggi penyakit tidak menular disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak sehat.

Menurut Nila, harus ada perubahan beban biaya, yakni lebih banyak untuk promotif dan preventif, dibanding untuk kuratif atau pengobatan. Nila pun mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti tidak merokok, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan rutin olahraga. JAKARTA, KOMPAS.com.

Masyarakat Lebih Banyak yang Sakit daripada Sehat

Satu fakta yang tidak terbantahkan, bahwa zaman modern ini kelihatan banyak masyarakat yang sehat, tapi tidak sedikit juga yang sakit. Penyakit modern sudah tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Kalau zaman dahulu, penderita penyakit menular dan tidak menular kebanyakan orang tua, tetapi sekarang anak usia SD bahkan bayi sudah mengidap penyakit.

Lantas apa solusinya? Selain pola hidup sehat yang kudu dijalankan, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, olah raga dan tidak merokok, satu hal terpenting untuk dilakukan adalah mengonsumsi herbal atau suplemen alami.

Kami adalah agen K-muricata teh daun sirsak dan keladi tikus yang telah diekstrak dengan teknologi modern. Produk kesehatan satu ini dapat menambah kualitas kesehatan Anda apabila dikonsumsi setiap hari, minimal sekali dalam sehari.

Dapatkan K-Muricata herbal multikhasiat untuk kesehatan Anda dan keluarga. Teh sehat alami yang aman dikonsumsi sehari-hari, minumlah sesudah makan. Khasiat K-Muricata selain sebagai suplemen harian, juga untuk mengobati penyakit kanker payudara dan serviks.

Leave a Reply

health